Belakangan ini aku sering sekali mempertanyakan banyak hal. Kebanyakan pertanyaan itu untuk diri sendiri. Seperti, sebenarnya tujuan aku hidup untuk apa? Apakah aku harus melakukan ini atau itu. Sering kali aku merasa pertanyaan itu begitu menekanku, hingga berulang kali selalu tersesat dalam pertanyaan “sebenarnya salahku apa?” Bukan untuk mengasihani diri sendiri, merasa tidak layak atau apapun, hanya saja banyak hal yang pada akhirnya pertanyaan yang banyak itu tersesat di sana.
Pada saat orang lain bertanya apa mimpiku? Kadang aku terperangkap dalam ketakutan seperti; apakah aku layak? Apakah aku bisa? Hingga selalu berakhir dengan aku bahkan tidak ingin mempunyai mimpi. Aku takut jika suatu saat nanti aku tidak akan pernah dekat dengan mimpiku dan tidak akan pernah tergapai mimpi itu. Terdengar sangat ironi, dari kecil saat kita mulai menempuh pendidikan, guru-guru kita selalu membicarakan hal yang sama, seperti mimpilah setinggi langit, mimpilah sebanyak dan setinggi mungkin karna itu gratis, namun setelah aku beranjak dewasa aku mulai berpikir, apakah semua itu ada artinya, apakah benar-benar gratis tanpa adalah efek samping dan akankah mempunyai sedikit kemungkinan?
Setelah selalu mempertanyakan semua keadaan dan hal lainnya, aku menjadi sadar bahwa banyak hal yang tidak dapat kita kendalikan dan antisipasi. Contohnya, saat usia belum memasuki usia dengan permasalahan hidup yang kompleks, apakah pernah terpikir jika seseorang berteman itu akan serumit itu? Katanya mencari pertemanan yang setara, supaya blablabla... padahal, sedari kecil kita selalu dididik untuk jangan memilih teman. Apakah berarti semua didikan yang pernah kita dengar dan dasar yang kita harus miliki dalam kehidupan itu omong kosong belaka?
Setelah banyaknya masalah, aku merasa hidupku sedikit lebih tenang dengan penerimaan bahwa apa yang terjadi kepadaku memang harus demikian, namun setelah berdamai apakah masalah akan hilang? tentu tidak, di dalam ceritaku bahkan ada masalah baru. Kekecewaan satu mengundang kekecewaan lainnya, hingga aku merasa apakah tidak cukup apa yang aku rasakan sekarang, apakah aku akan selalu ditakdirkan merasakan kecewa?
Aku pernah melewati masa dimana aku menjadi sasaran empuk "bully-an" disaat orang sudah tidak tau apa yang harus dipermasalahkan dariku. Aku bukan orang yang menonjol atau langsung dilihat dan diperhitungkan orang lain, karna menurutku daya tariku tidak sebesar itu dan memang aku tidak semenarik itu. Namun dalam konteksnya masa sekolah, dengan seiring berjalannya waktu, biasanya akan ada hal yang unggul yang aku berikan, contohnya saat duduk dibangku sekolah kadang aku merasa aku tidak sepandai itu bergaul dengan teman apalagi dengan guru dan staff, namun karna dirasa aku cukup pandai saat itu, mudah sekali aku menjadi akrab dengan guru atau staff di sekolahku.
Saat itu ada salah seorang teman kelasku yang sedikit tidak disukai teman-teman lainnya. Saat itu aku tidak ambil pusing karna aku juga tidak dekat dengannya, namun ternyata ia dekat dengan seorang siswa di kelas lain yang ternyata adalah sepupu dari sahabatku dan tiba-tiba dia membicarakan tentang keluargaku "dia punya 2 mama dan 2 papa" yang saat itu aku merasa tidak terusik, namun temanku merasa terusik. Kenapa aku tidak terusik?
Bagiku, lahir di dalam keluarga yang seperti apa itu bukan aku yang memilih atau itu pilihanku, aku tidak tau apakah aku akan dilahirkan dikeluarga yang hangat, penuh cinta dan kasih seperti keinginan semua orang, atau aku dilahirkan dikeluarga yang biasa saja atau bahkan dikeluarga yang tidak menginginkan aku. Apakah hanya aku? jelas tidak, kalianpun begitu. Dengan begitu aku yang saat itu tidak mempunyai pemikiran yang lebih dewasa seperti sekarang akan menganggap hal yang biasa, bahkan ejekan itu tidak menyakiti hatiku. Tapi apakah kamu yakin, itu semua tidak menyakiti hati dan berbekas disana?
Ada banyak hal yang aku juga berpikir, apakah tertarik dengan orang lain itu akan menimbulkan pemikian yang sangat kompleks? ataukah hanya sebatas "halo aku tertarik denganmu" atau hanya aku yang terlalu memikirkan hal yang terlalu kompleks? Aku bahkan takut untuk tertarik dengan orang lain karena banyaknya pertimbangan dalam diriku. Apakah aku layak? Apakah pantas untuk diperjuangkan? Apakah keluarganya akan menerima? Apakah teman-temannya akan menerima dan lain sebagainya.
Bagiku saat ini berani tertarik dengan orang lain sama halnya dengan berani mencampuri hidupnya, kenapa? dimasa yang aku merasa sudah dewasa, ketertarikan itu tidak hanya melibatkan aku dan dia, namun keluarga dan temanku dengan keluarga dan temannya. Apa lagi yang dicari dan diusahakan saat semuanya tidak ada titik tengah? Sama halnya seperti pembahasan diawal mengenai teman, pada akhirnya aku berpikir "mungkin aku bukan manusia yang baik dan layak untuk dijadikan teman" karna pada dasarnya manusia akan berkelompok dengan manusia yang akan mengerjakan hal yang sama dengan cara saling bahu membahu untuk mencapai tujuan hidupnya atau hanya karna memang mereka merasakan layak dan pantas untuk berteman dan dijadikan teman.
Lalu bagaimana aku menyikapinya, jika aku sudah terlanjur melangkah maju, aku akan mundur sekuat dan sejauh aku bisa mundur, ketika aku belum melangkah dan memulai apapun, aku akan tetap diam, sesekali melihat dan mulai melupakan. Kenapa bagitu? Karna bagiku dengan melakukan itu akan mengurangi ke-kompleks-an hidup yang aku merasa hidupku saat ini sudah terlalu kompleks.
Jika dulu aku akan berpikir "coba dulu aja" atau "kalau gak dicoba mana tau" sekarang aku memilih, lebih baik sama sekali tidak mencoba saat semua hal dirasa sudah jelas ujungnya. Karna pada akhirnya itu akan menorehkan luka dan kita semua tau, saat kita mempunyai luka, butuh waktu yang lama akan sembuh, butuh waktu yang lama untuk pulih dan membutuhkan cukup lama pula untuk menghilangkan bekasnya.
Sebagai penutup, coretan kali ini aku merasa seperti banyak tanda tanya yang aku juga tidak jelaskan pada akhirnya, karna apa yang menjadi keresahaanku saat ini begitu kompleks yang aku sendiri butuh waktu untuk mencoba menata dan mencari tau jawabannya, semoga siapapun yang membaca keresahanku dan ternyata mengusik keresahan yang kalian rasakan, segera mendapatkan jawaban dan jalan yang baik ˚𓍢🌷˚.🎀

Komentar
Posting Komentar