Langsung ke konten utama

Angka Angka Merah Hitam ? Dari Mana Datangnya ?


Pernah lihat kalender kan? Nggak mungkin ngga pernah deh kayaknya ._. pasti semua tau apalagi kalau ada merah merahnya itu loh hahahaha
Tapi ngomong ngomong pada tau ngga sih asal kalender itu dari mana?
Dari pada search lagi di google mendingan kita bahas aja yuk...
teng tong tengg

Kalender..
kalau nyebut jadi keinget sama deretan angka hitam merah ya? xixixi sebenarnya kalender itu adalah sebuah sistem yang dibuat untuk mempermudah kita mengenali pergantian priode dari kesatuan jam (hari) dan kesatuan hari (minggu) atau kesatuan minggu (bulan) atau kesatuan nulan (tahun) dan lain sebagainya kalau diterusin panjang selesainya kapan? hehehe

Nah sistem itu merupakan pedoman waktu baik yang lalu, sekarang atau masa depan nanti guys. misalnya aja nyatet tanggal lahir kalian (pasti semua pada punya tanggal lahir kan ya?) trus buat nyatet peringatan penting, pristiwa sejarah dan lain sebagainya.

Asal usul kalender itu seperti ini guys...
Para nenek moyang kita dulu menandai  pergantian waktu dengan kejadian alam misalnya aja kapan waktu hujan, kapan waktu panas, kapan waktu penampakan matahari, bintang dan bulan. Mereka mengamati hal hal itu untuk menentukan periode waktu misalnya untuk menanam, atau menuai.
Lalu mereka mulai mencari dan belajar guys dan itu semua menjadi hal hal yang rutin dan lebih pasti seperti kapan perubahan musim selama bumi berrevolusi, fase bulan dari bulan baru sampai bulan baru lagi atau menggabungkan keduanya dan mencatatnya. Dan sampai saat ini dasar perhitungan yang digunakan pada hampir semua kalender masih mengacu pada pedoman yang sama yaitu fase bulan (pergerakan bulan), revolusi bumi dan gabungan dari keduanya.

Sistem kalender periode atau fase bulan itu dihitung berdasarkan periode peredaran fase bulan. Misalnya dari bulan baru sampai bulan baru lagi. Jadi periodenya adalah 29,5 hari. Periode bulan juga bisa disebut PERIODE SINODIK. Contoh kalender yang memakai sistim periode atau fase bulan adalah kalender hijriah atau tahun islam yang dapat kita sebut juga penanggalan bulan. Pada penanggalan bulan terdapat 354 hari. Rinciannya begini dalam satu tahun ada 12 bulan dan 12 bulan itu di kalikan dengan jumlah hari 29,5 hari. Supaya hari dalam satu bulan bulat nggak setengah setengah, gak mungkin lah ya ada hari yang pagi kita catat sebagai tanggal 30 dan siang atau sorenya kita catat pada tanggal 1, maka dari itu tiap tiap bulan diseling menjadi 29 hari dan 30 hari.

Kalender Hijriah ada 7 hari dalam 1 minggu dan penyebutannya berbeda dengan kalender masehi
1. Minggu (Al-Ahad)
2. Senin (Al-Itsnayn)
3. Selasa (Ats-Tsalaatsa')
4. Rabu (Al-Raba'aa')
5. Kamis (Al-Khamiis)
6. Jum'at (Al-Jum'aat)
7. Sabtu (As-Sabt)

Nama bualnnya juga berbeda loh. Ini daftar nama bulannya
1. Muharram
2. Safar
3. Rabiul awal
4. Rabiul akhir
5. Jumadil awal
6. Jumadil akhir
7. Rajab
8. Sya'ban
9.Ramadhan
10. Syawal
11. Dzulkaidah
12. Dzulhijjah

Dan kalender yang kita gunakan (kalender masehi) itu adalah kalender yang menganut perhitungan revolusi bumi atau bisa disebut kalender matahari. Waktu revolusi bumi itu 365,1/4 hari. namun supaya perhitungannya tidak kacau maka di hitunglah menjadi 365 hari saja. Nah trus yang 1/4 hari kemana? jangan kawatir yang 1/4 itu akan menjadi 1 hari setelah 4 tahun yang ditambahkan pada bulan Februari. Dan tiap 4 tahun sekali banyak hari menjadi 366 hari yang biasa di sebut TAHUN KABISAT. Dan periode waktu tahun kabisat itu tidak sembarangan ya guys tahun kabisat itu hanya muncul saat jumlah tahun habis jika di bagi 4. Dan khusus tahun abad (tahun awal setiap abad) tahun kabisat terjadi pada tahun yang angkanya habis di bagi 400 contohnya tahun 2000 atau 1600.

Sebutan bulan dan harinya juga berbeda dengan tahun hijriyah ya guys..
yuk kita lihat sebutannya.
Untuk harinya kita mengenal dengan sebutan Senin, Selasa, Rabu, Kamis ,Jum'at, sabtu dan Minggu.
Dan untuk bulannya kita mengenal ada Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, July, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

Selisih kalender Masehi dan Hijriah itu 11 hari loh guys. Dan ternyata ada juga loh gabungan antara kalender Masehi dan Hijriah yaitu kalender IMLEK. Perhitungan kalender Imlek mengikuti perhitungan bulan dan juga mengikuti perhitunga revolusi bumi. Itu sebabnya Imlek disebut juga festival musim semi karena petani di China sana merasa sangat senang sudah melewati musim dingin dan kembali untuk bercocok tanam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanyaanya adalah…

Belakangan ini aku sering sekali mempertanyakan banyak hal. Kebanyakan pertanyaan itu untuk diri sendiri. Seperti, sebenarnya tujuan aku hidup untuk apa? Apakah aku harus melakukan ini atau itu. Sering kali aku merasa pertanyaan itu begitu menekanku, hingga berulang kali selalu tersesat dalam pertanyaan “sebenarnya salahku apa?” Bukan untuk mengasihani diri sendiri, merasa tidak layak atau apapun, hanya saja banyak hal yang pada akhirnya pertanyaan yang banyak itu tersesat di sana. Pada saat orang lain bertanya apa mimpiku? Kadang aku terperangkap dalam ketakutan seperti; apakah aku layak? Apakah aku bisa? Hingga selalu berakhir dengan aku bahkan tidak ingin mempunyai mimpi. Aku takut jika suatu saat nanti aku tidak akan pernah dekat dengan mimpiku dan tidak akan pernah tergapai mimpi itu. Terdengar sangat ironi, dari kecil saat kita mulai menempuh pendidikan, guru-guru kita selalu membicarakan hal yang sama, seperti mimpilah setinggi langit, mimpilah sebanyak dan setinggi mungkin karn...

Memulai Kembali: Bagian 1

  Hai! Rasanya sudah lama sekali, terakhir aku bercerita itu 7 tahun yang lalu, sebelum aku genap berusia 20 tahun. Rasanya agak aneh atau lebih tepatnya kagok ya ingin bercerita kembali. Terlalu banyak hal yang sudah lewat dan terjadi, rasanya jika aku tuangkan dalam sekali posting akan terlalu rumit dan panjang, aku akan mencoba membagikannya sedikit demi sedikit. Bagian 1: Pada siang hari seperti hari-hari biasanya, tiba-tiba seseorang mengingatkan aku “kamu gak mau nulis lagi?” Seketika aku teringat, jika aku sangat suka menulis, sebagian masa kecilku kala itu aku habiskan untuk menulis dan membaca buku. Cita-citaku yang dulunya menjadi penulispun sudah aku lupakan sejak lama. Siang itu juga aku obrak abrik arsip blogku yang sudah lama aku tinggalkan. Aku mencari nama blognya dan akhirnya aku temukan dengan banyak arsip yang bahkan belum sempat aku publikasikan. Tertulis arsip pada tahun 2013-2015 saat aku membacanya aku sedikit kaget “selama itukah aku melupakannya?” Aku masih...