Langsung ke konten utama

PROSA LAMA, PROSA BARU DAN PUISI (Modul Pembalajaran)


Hii my readers !!!Di postingan kali ini aku sedikit membedakan dari artikel artikel sebelumnya, karna memang pada postingan kali ini aku membahas tentang pelajaran Bahasa Indonesia yang membahas tentang Prosa Lama, Prosa Baru dan Puisi. Ayo baca teman teman nambah pengetahuan loh J


PROSA LAMA

·        Pengertian Prosa Lama à Prosa Lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat.

·         Ciri Ciri Prosa Lama à

1.      Statis
Maksud dari ciri ciri yang statis itu adalah memiliki bentuk,  kalimat, ungkapan dan tema yang mirip. Bahkan ada beberapa yang sama persis. Contohnya saja kalau kita baca Sejarah Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bangsawan, dan prosa lama yang lainnya.

2.      Diferensiasi sedikit
Cerita lama pada umumnya merupakan ikatan unsur-unsur yang sama karena perhubungan beberapa unsur kuat sekali.

3.      Tradisional
Prosa lama memiliki pola bentuk yang dijadikan transisi atau jembatan. Kalimat-kalimat dan ungkapan-ungkapan yang sama terdapat dalam cerita-cerita yang berlainan, bahkan di dalam satu cerita juga sering diulang-ulang.

4.      Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat
Ciri ciri yang satu ini pasti udah pada sering dengar iya gak? Dalam Prosa Lama kebanyakan hasil karya sastra turun temurun yang tidak tau siapa pengarangnya atau NoName (NN). Kalau dicantumkan suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya. Sebab cerita lama itu hidup di tengah-tengah masyarakat yang diceritakan secara turun-temurun.

·         Contoh Contoh Prosa Lama
 

 Contoh Puisi Lama

► Gurindam

Gurindam adalah jenis puisi lama yang terdiri atas 2 baris, semuanya merupakan isi dan menunjukkan hubungan sebab akibatcontoh:Cahari olehmu akan sahabat yang dapat dijadikan obatCahari olehmu akan guru yang mampu memberi ilmuCahari olehmu akan kawan yang berbudi serta setiawanCahari olehmu akan abdi yang terampil serta berbudi

► Pantun

merupakan jenis puisi lama yang terdiri atas 4 baris, memiliki rima (persamaan bunyi) dengan baris pertama dan edua merupakan sampiran dan baris ketiga dan ke empat merupakan isiContoh:Tanam melati di rama-rama Ubur-ubur sampingan dua Biarlah mati kita bersama Satu kubur kita berdua (Roro Mendut, 1968)

►Syair 

Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas 4 baris per bait. Semua baris merupakan isiContoh:Bulan purnama cahaya terang Bintang seperti intan Pungguk merawan seorang-orang Berahikan bulan di tanah seberangPungguk bercinta pagi dan petang Melihat bulan di pagar bintang Terselap merindu dendamnya datang Dari saujana pungguk menentang

►Talibun 

Talibun merupakan puisi lama yang hampir mirip dengan pantun, bedanya hanya pada julah baris. Jumlah baris pada talibun lebih dari 4 baris.Contoh:Panakik pisau siraut Ambil galah batang lintabung Silodang ambil untuk niru Yang setitik jadikan laut Yang sekapal jadikan gunung Alam terkembang jadikan guru (Panghulu, 1978:2)

►Hikayat

Hikayat adalah cerita pelipur lara yang sulit diterima akal dan merupakan cerita rekaan, tetapi memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya.Hikayat terbagi 4, yaitu1. Hikayat melayu asli (Cth : Hikayat si miskin)2. Hikayat Jawa (Cth : Hkayat panji sumirang)3. Hikayat India (Cth : Hikayat Ramayana)4. Hikayat Arab (Cth : Hikayat Amir Hamzah)
Contohnya : http://mycoretancholis.blogspot.com/2013/10/contoh-prosa-lama-hikayat.html

à Ciri - ciri hikayat ada18 adalah sebagai berikut ini:
1. Berisi kisah - kisah kehidupan lingkungan istana (istana sentris)

2. Banyak peristiwa yang berhubungan dengan nilai - nilai Islam

3. Nama nama tokoh dipengaruhi oleh nama - nama Arab

4. Ditemukan tokoh dengan karakter diluar batas kewajaran karakter manusia pada umumnya

5. Tidak ada`pembagian bab atau judul

6. Juru cerita tidak pernah disebuntak secara eksplisit (anonim)

7. Sulit membedakan peristiwa yang nyata dan peristiwa yang imajinatif

8. Banyak menggunaka kosakata yang kini tidak lazim digunakan dalam komunikasi sehari - hari

9. Seringkali menggunakan pernyataan yang berulang - ulang

10. Peristiwa seringkali tidak logis

11. Sulit memahami jalan ceritanya

12.Bersifat istana centris

13.anonim(nama pengarang tidak di cantumkan)

14.berkembang secara stetis

15.bersifat imajinatif,hanya bersifat khayal

16.Lisan,karena di sebarkan lewat mulut ke mulut

17.berbahasa klise,meniru bahasa penutur sebelumnya

18.bersifat logis,menggunakan logika sendiri tidak sesuai dengan logika sendiri


àMacam-macam Hikayat berdasarkan isinya, diklasifikasikan menjadi 6 :
1. Cerita Rakyat

2. Epos India

3. Cerita dari Jawa

4. Cerita-cerita Islam

5. Sejarah dan Biografi

6. Cerita berbingkat
àBerikut ini adalah daftar hikayat dalam bahasa Melayu:
Hikayat Aceh

Hikayat Abdullah

Hikayat Abu Nawas

Hikayat Abu Samah

Hikayat Amir 

HamzahHikayat 

Banjar

Hikayat Bakhtiar

Hikayat Bayan Budiman

Hikayat Muda Cik Leman

Hikayat Hang Tuah

Hikayat Iblis

Hikayat Indraputra

Hikayat Iskandar Zulkarnain

Hikayat Isma Yatim

Hikayat Jaya Lengkara

Hikayat Kalila dan Daminah

Hikayat Kerajaan Sikka

Hikayat Malim Dewa

Hikayat Musang Berjanggut

Hikayat Merong Mahawangsa

Hikayat Muhammad Hanafiah

Hikayat Nakhoda Asik

Hikayat Nakhoda Muda

Hikayat Negeri Riau

Hikayat Negeri Johor

Hikayat Pahang

Hikayat Panca Tanderan

Hikayat Pandawa Jaya

Hikayat Panji Kuda Semirang

Hikayat Patani

Hikayat Pelanduk Jenaka

Hikayat Purasara

Hikayat Putera Jaya Pati

Hikayat Raja Akil

Hikayat Raja Budiman

Hikayat Raja Jumjumah

Hikayat Raja Muda

Hikayat Raja-raja Pasai

Hikayat Samaun

Hikayat Sang Boma

Hikayat Sang Bima

Hikayat Seri Rama

Hikayat Si Miskin

Hikayat Siak

Hikayat Sultan Ibrahim

Hikayat Syah Mardan

Hikayat Tanah Hitu

àMacam-macam Hikayat berdasarkan asalnya, diklasifikasikan menjadi 4 :
 1. Melayu Asli     

Hikayat Hang Tuah (bercampur unsur islam)     

Hikayat Si Miskin (bercampur unsur islam)    

Hikayat Indera Bangsawan     

Hikayat Malim Deman

 

2. Pengaruh Jawa     

Hikayat Panji Semirang     

Hikayat Cekel Weneng Pati     

Hikayat Indera Jaya (dari cerita Anglingdarma) 


3. Pengaruh Hindu (India)     

Hikayat Sri Rama (dari cerita Ramayana)     

Hikayat Perang Pandhawa (dari cerita Mahabarata)     

Hikayat Sang Boma (dari cerita Mahabarata)     

Hikayat Bayan Budiman 


4. Pengaruh Arab-Persia     

Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)     

Hikayat Bachtiar     

Hikayat Seribu Satu Malam                                             

àCiri-ciri Hikayat :
 1. Anonim : Pengarangnya tidak dikenal 

2. Istana Sentris : Menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan istana/ kerajaan 

3. Bersifat Statis : Tetap, tidak banyak perubahan 

4. Bersifat Komunal : Menjadi milik masyarakat 

5. Menggunakan bahasa klise : Menggunakan bahasa yang diulang-ulang 

6. Bersifat Tradisional : Meneruskan budaya/ tradisi/ kebiasaan yang dianggap baik 

7. Bersifat Didaktis : Didaktis moral maupun didaktis religius (Mendidik) 

8. Menceritakan Kisah Universal Manusia : Peperangan antara yang baik dengan yang buruk, dan dimenangkan oleh yang baik 

9. Magis : Pengarang membawa pembaca ke dunia khayal imajinasi yang serba indah

PROSA BARU

Prosa baru merupakan pancaran dari masyarakat baru. Karya-karya prosa yang dihasilkan oleh masyarakat baru Indonesia mulai fleksibel dan bersifat universal; ditulis dan dilukiskan secara lincah serta bisa dinikmati oleh lingkup masyarakat yang lebih luas.

 Bentuk-bentuk prosa baru, antara lain sebagai berikut:
1) Roman berisi cerita tentang kehidupan manusia yang dilukiskan seeara terperinci atau detail. Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

1.Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.

2.Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.

3.Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.

4.Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.

5.Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.

2) Cerpen singkatan dari Cerita pendek; adalah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.Contohnya pada à http://mycoretancholis.blogspot.com/2013/10/sepucuk-surat-biru-eps1.html

3) Novel, karangan imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas probematika kehidupan manusia atau beberapa orang tokoh. Bisa dikatakan seperti cerpen namun dalam novel cerita kehidupannya lebih jelas dan terperinci dan pastinya lebih panjang.

4) Otobiografi, berisi kisah cerita tentang pribadi si pengarang sendiri, mengenai pengalaman hidupnya sejak kecil hingga dia dewasa.

5) Biografi, berisi suatu kisah atau cerita tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain.

6) Essay, karangan yang berupa kupasan tentang suatu hasil karya sastra, kesenian, atau bidang kebudayaan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidangnya.

7) Kritik: kupasan tentang satu karya sastra, kesenian, serta bidang kebudayaan yang ditulis oleh seorang ahli dengan menekankan pada fakta yang objektif.

PUISI
Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. PUISI LAMA Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain : - Jumlah kata dalam 1 baris - Jumlah baris dalam 1 bait - Persajakan (rima) - Banyak suku kata tiap baris - Irama

1. Ciri-ciri Puisi Lama Ciri puisi lama: 

a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya 

b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan 

c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

2. Jenis dan Contoh Puisi Lama
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh :
Assalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu

b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Contoh :
Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukan ke dalam hati

c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. Contoh :
Dahulu parang, sekarang besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a)

d) Seloka adalah pantun berkait. Contoh :Lurus jalan ke Payakumbuh, Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh, Ibu mati bapak berjalan

e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b ) Jika suami tiada berhati lurus ( c ) Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh :
Pada zaman dahulu kala (a) Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh : Kalau anak pergi ke pekan Yu beli belanak pun beli sampiran Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi Induk semang cari dahulu

4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama 

a) Mantra Ciri-ciri: 

Ø Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde. 

Ø Bersifat lisan, sakti atau magis 

Ø Adanya perulangan 

Ø Metafora merupakan unsur penting 

Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius 

Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.

b) Pantun Ciri – ciri : 

Ø Setiap bait terdiri 4 baris 

Ø Baris 1 dan 2 sebagai sampiran 

Ø Baris 3 dan 4 merupakan isi 

Ø Bersajak a – b – a – b 

Ø Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata 

Ø Berasal dari Melayu (Indonesia)

c) Karmina 

Ciri-ciri karmina 

Ø Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan. 

Ø Bersajak aa-aa, aa-bb 

Ø Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan. 

Ø Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi. 

Ø Semua baris diawali huruf capital. 

Ø Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik. 

Ø Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.

d) Seloka 

Ciri-ciri seloka 

Ø Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, 

Ø Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

e) Gurindam 

Ciri-ciri gurindam 

Ø Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian 

Ø baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

f) Syair

Ciri-ciri syair 

Ø Terdiri dari 4 baris 

Ø Berirama aaaa 

Ø Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair

g) Talibun 

Ciri-ciri: 

Ø Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. 

Ø Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi. 

Ø Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi. 

Ø Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c. Ø Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

B. PUISI BARU 

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. 

1. Ciri-ciri Puisi Baru 

a) Bentuknya rapi, simetris; 

b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur); 

c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain; 

d) Sebagian besar puisi empat seuntai; 

e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) 

f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

2. Jenis-jenis dan Contoh Puisi Baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas :

a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.

Ciri-ciri balada

Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.


 Contoh : Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Seorang Pemberontak”

b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.

Ciri-ciri hymne Lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau alma mater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an. 

Contoh : Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta. Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Tanpa luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S.K)

c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.

Ciri ode nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.  

Contoh : Generasi Sekarang Di atas puncak gunung fantasi Berdiri aku, dan dari sana Mandang ke bawah, ke tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru Pantoen keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia (Asmara Hadi)

d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.

Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan. 

Contoh : Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas. (Iqbal)

e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. kebanyakan untuk saat ini jenis puisi ini paling banyak diantara kalang remaja, bahkan berlomba lomba agar dapat membuatnya lebih bagus dan atraktif.

f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

Contoh : Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar)

g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.

Satura (Latin) ; sindiran ; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc) 

Ciri puisi dari Jenis bentuknya : 

Contoh : Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidad penyair-penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian. (Rendra)

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain: 

a) DISTIKON

• 2 baris; sajak 2 seuntai 

• Distikon (Greek: 2 baris) 

• Rima – aa–bb 

Contoh : Berkali kita gagal 

Ulangi lagi dan cari akal 

Berkali-kali kita jatuh 

Kembali berdiri jangan mengeluh (Or. Mandank)

b) TERZINA

terzina (itali = 3 irama)

Contoh : Dalam ribaan bahagia datang Tersenyum bagai kencana Mengharum bagai cendana Dalam bah’gia cinta tiba melayang Bersinar bagai matahari Mewarna bagaikan sari Dari ; Madah Kelana Karya : Sanusi Pane

c) QUATRAIN

Quatrain (Perancis: 4 baris)  Pada asalnya ada 4 rangkap  Dipelopori di Malaysia oleh Mahsuri S.N. 

Contoh : Mendatang-datang jua Kenangan masa lampau Menghilang muncul jua Yang dulu sinau silau Membayang rupa jua Adi kanda lama lalu Membuat hati jua Layu lipu rindu-sendu (A.M. Daeng Myala)

d) QUINTP

ada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/ 

Contoh : Hanya Kepada Tuan Satu-satu perasaan Hanya dapat saya katakan Kepada tuan Yang pernah merasakan Satu-satu kegelisahan Yang saya serahkan Hanya dapat saya kisahkan Kepada tuan Yang pernah diresah gelisahkan Satu-satu kenyataan Yang bisa dirasakan Hanya dapat saya nyatakan Kepada tuan Yang enggan menerima kenyataan (Or. Mandank)

e) SEXTET 

sextet (latin: 6 baris)  Dikenali sebagai ‘terzina ganda dua’  Rima akhir bebas
Contoh : Merindu Bagia Jika hari’lah tengah malam Angin berhenti dari bernafas Sukma jiwaku rasa tenggelam Dalam laut tidak terwatas Menangis hati diiris sedih (Ipih)

sumber:http://sarahbolobolo.blogspot.com/2012/09/pengertian-hikayat-dan-ciri-cirinya.html

http://fauzanstone.wordpress.com/2013/03/26/pengertian-prosa-lama-prosa-baru-dan-puisi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa


Salam Key (: semoga bermanfaat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanyaanya adalah…

Belakangan ini aku sering sekali mempertanyakan banyak hal. Kebanyakan pertanyaan itu untuk diri sendiri. Seperti, sebenarnya tujuan aku hidup untuk apa? Apakah aku harus melakukan ini atau itu. Sering kali aku merasa pertanyaan itu begitu menekanku, hingga berulang kali selalu tersesat dalam pertanyaan “sebenarnya salahku apa?” Bukan untuk mengasihani diri sendiri, merasa tidak layak atau apapun, hanya saja banyak hal yang pada akhirnya pertanyaan yang banyak itu tersesat di sana. Pada saat orang lain bertanya apa mimpiku? Kadang aku terperangkap dalam ketakutan seperti; apakah aku layak? Apakah aku bisa? Hingga selalu berakhir dengan aku bahkan tidak ingin mempunyai mimpi. Aku takut jika suatu saat nanti aku tidak akan pernah dekat dengan mimpiku dan tidak akan pernah tergapai mimpi itu. Terdengar sangat ironi, dari kecil saat kita mulai menempuh pendidikan, guru-guru kita selalu membicarakan hal yang sama, seperti mimpilah setinggi langit, mimpilah sebanyak dan setinggi mungkin karn...

Angka Angka Merah Hitam ? Dari Mana Datangnya ?

Pernah lihat kalender kan? Nggak mungkin ngga pernah deh kayaknya ._. pasti semua tau apalagi kalau ada merah merahnya itu loh hahahaha Tapi ngomong ngomong pada tau ngga sih asal kalender itu dari mana? Dari pada search lagi di google mendingan kita bahas aja yuk... teng tong tengg Kalender.. kalau nyebut jadi keinget sama deretan angka hitam merah ya? xixixi sebenarnya kalender itu adalah sebuah sistem yang dibuat untuk mempermudah kita mengenali pergantian priode dari kesatuan jam (hari) dan kesatuan hari (minggu) atau kesatuan minggu (bulan) atau kesatuan nulan (tahun) dan lain sebagainya kalau diterusin panjang selesainya kapan? hehehe Nah sistem itu merupakan pedoman waktu baik yang lalu, sekarang atau masa depan nanti guys. misalnya aja nyatet tanggal lahir kalian (pasti semua pada punya tanggal lahir kan ya?) trus buat nyatet peringatan penting, pristiwa sejarah dan lain sebagainya. Asal usul kalender itu seperti ini guys... Para nenek moyang kita d...

Memulai Kembali: Bagian 1

  Hai! Rasanya sudah lama sekali, terakhir aku bercerita itu 7 tahun yang lalu, sebelum aku genap berusia 20 tahun. Rasanya agak aneh atau lebih tepatnya kagok ya ingin bercerita kembali. Terlalu banyak hal yang sudah lewat dan terjadi, rasanya jika aku tuangkan dalam sekali posting akan terlalu rumit dan panjang, aku akan mencoba membagikannya sedikit demi sedikit. Bagian 1: Pada siang hari seperti hari-hari biasanya, tiba-tiba seseorang mengingatkan aku “kamu gak mau nulis lagi?” Seketika aku teringat, jika aku sangat suka menulis, sebagian masa kecilku kala itu aku habiskan untuk menulis dan membaca buku. Cita-citaku yang dulunya menjadi penulispun sudah aku lupakan sejak lama. Siang itu juga aku obrak abrik arsip blogku yang sudah lama aku tinggalkan. Aku mencari nama blognya dan akhirnya aku temukan dengan banyak arsip yang bahkan belum sempat aku publikasikan. Tertulis arsip pada tahun 2013-2015 saat aku membacanya aku sedikit kaget “selama itukah aku melupakannya?” Aku masih...